Skip to Content

Melepaskan Kontrol

September 20, 2026 by
Melepaskan Kontrol
Pdt. Afriani A.Mantow,M.Th
 


Bacaan: Yesaya 56:2

"Bergembiralah orang yang berbuat demikian, dan anak manusia yang berpegang padanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak melanggar kekudusannya, dan yang menahan tangannya dari berbuat jahat apa pun."

1. Cerita Singkat & Ilustrasi Bayangkan kita sedang naik roller coaster. Makin keras kita memegang besi pengaman sambil mencoba menyetir arahnya, tangan kita makin sakit dan rasa takut makin terasa. Mengapa? Karena roller coaster memang tidak dirancang untuk kita kendalikan. Satu-satunya cara untuk menikmati wahana itu adalah percaya pada pembuatnya dan menikmati perjalanannya.

Di zaman Yesaya, hari Sabat adalah momen "melepas kemudi". Orang-orang diminta menghentikan semua roda pekerjaan mereka. Mengapa? Supaya mereka sadar bahwa bumi tetap berputar dan rizki tetap mengalir bukan cuma karena hasil keringat tangan mereka, melainkan karena pemeliharaan Tuhan.

2. Renungan Dalam keluarga, kita sering kali berubah menjadi "pengemudi roller coaster". Kita ingin memegang kendali atas segalanya:

  • Orang tua menuntut semua rencana anak berjalan persis sesuai ekspektasi.

  • Anak merasa cemas dan gelisah karena takut gagal memenuhi standar.

  • Keluarga merasa tegang saat situasi keuangan atau pekerjaan berjalan di luar rencana.

Keinginan untuk mengontrol biasanya lahir dari kekhawatiran. Padahal, Yesaya 56:2 menegaskan bahwa orang yang bergembira dan berbahagia justru adalah orang yang mau "menahan tangannya"—alias tahu kapan harus berhenti memaksakan kehendak. Melepaskan kontrol bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, melainkan memindahkan kemudi kehidupan keluarga kita dari tangan kita yang terbatas ke tangan Tuhan yang mahakuasa.

3. Misi Keluarga Hari Ini

  • Aksi Nyata (Letting Go): Tuliskan 1 hal yang paling membuat kamu/keluarga cemas saat ini di selembar kertas. Setelah itu, lipat kertasnya, letakkan di atas Alkitab, dan katakan bersama: "Tuhan, bagian ini kami serahkan pada-Mu."

  • Kompak Tanpa Menuntut: Berikan ruang bagi anggota keluarga untuk mengekspresikan diri tanpa langsung dikritik atau diatur.

  • Waktu Tanpa Beban: Sediakan waktu 15–30 menit hari ini untuk sekadar mengobrol santai atau tertawa bersama tanpa membahas urusan pekerjaan atau tugas sekolah.

Doa Bersama Tuhan Yesus, hari ini kami mau belajar melepaskan genggaman tangan kami atas hal-hal yang tidak bisa kami kendalikan. Bebaskan keluarga kami dari rasa cemas berlebih, ketakutan akan masa depan, dan keinginan untuk mengontrol segalanya. Kami percaya penuh bahwa Engkau memegang kendali atas hidup dan masa depan keluarga kami. Dalam nama Yesus, Amin.

Sign in to leave a comment