Skip to Content

Allah, Raja atas keluarga

Menundukan ego di bawah otoritas Yesus Kristus
September 1, 2026 by
Allah, Raja atas keluarga
Pdt. Afriani A.Mantow,M.Th
 


Mazmur 47:1-10

Allah, Raja atas kelurga


Pembacaan saat ini menuntun  kita untuk mengakui satu kebenaran agung yaitu Allah adalah Raja yang berdaulat mutlak atas seluruh bumi dan segala isinya. Pemazmur mengajak kita bersorak-sorai dan bertepuk tangan bukan karena situasi hidup kita selalu ideal, melainkan karena Allah bertahta di tempat-Nya yang kudus dan memegang kendali penuh atas sejarah. Dalam pandangan iman Kristen, tidak ada satu pun peristiwa di alam semesta ini termasuk  yang termasuk di dalam dinamika keluarga kita, yang terjadi secara kebetulan atau di luar ketetapan Allah. Ketika keluarga kita menghadapi badai kehidupan atau masa depan yang buram, pengajaran  kedaulatan Allah menjadi jangkar yang kokoh bahwa takhta Allah tidak pernah goyah oleh situasi apa pun.

Kedaulatan Allah ini secara spesifik dinyatakan dalam ayat 5, di mana pemazmur berkata bahwa Ia "memilih tanah pusaka bagi kita". Ayat ini mencerminkan  anugerah yang mengikat, bahwa Allah di dalam kedaulatan-Nya telah memilih, menetapkan, dan memelihara keluarga kita bukan karena kebaikan atau kehebatan kita, melainkan semata-mata karena belas kasihan-Nya. Penyerahan Allah atas "tanah pusaka" ini mengingatkan bahwa Tuhan tahu persis apa yang terbaik bagi masa depan kita secara menyeluruh. Kesadaran akan anugerah yang berdaulat ini seharusnya mengikis habis kesombongan, kemandirian palsu, serta kecemasan yang berlebihan di dalam hati setiap anggota keluarga kita masing-masing.

Sebagai respons atas status Allah sebagai Raja, ditekankan pentingnya ketaatan yang dan ketertundukan total dari setiap kita selaku  umat-Nya. Mengakui Allah sebagai Raja berarti kita harus menurunkan ego dan menaikkan takhta-Nya di tengah rumah kita, menjadikan Kristus sebagai Kepala Keluarga yang sejati. Setiap keputusan, komunikasi, dan harapan masa depan keluarga Kristen  tidak boleh lagi disetir oleh ambisi kedagingan manusia, melainkan harus tunduk pada otoritas Firman Tuhan. Ketika seluruh anggota keluarga hidup dalam ketertundukan kepada Sang Raja, maka rumah kita akan memancarkan keadilan, kedamaian, dan keteraturan yang mencerminkan Kerajaan Allah di bumi.

Dengan demikin, pengakuan akan kedaulatan Allah ini harus membuahkan gaya hidup yang bermuara pada  kemuliaan hanya bagi Allah. Bani Korah berulang kali menyerukan kata "bermazmurlah", karena pujian dan ibadah keluarga adalah pengakuan tertinggi bahwa Dialah pemilik mutlak atas hidup kita. Ketika keluarga kita konsisten memuji Tuhan, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan, kita sedang menyatakan bahwa kepuasan sejati kita bukan terletak pada berkat-berkat-Nya, melainkan pada pribadi-Nya yang agung. Mari kita jadikan  keluarga kita sebagai sarana untuk terus meninggikan nama-Nya, sehingga seisi rumah kita dapat hidup dengan rasa aman yang sejati di bawah pemerintahan Sang Raja Surgawi, Dia Tuhan yang telah memberikan hidup yang penuh selamat dalam karya Tuhan Yesus Kristus. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

 

Sign in to leave a comment
Renungan Penghiburan
Damai Sejahtera di Dalam Badai