Skip ke Konten

NARASI KESAKSIAN KRISTEN

"Pedoman Hidup"
2 September 2026 oleh
NARASI KESAKSIAN KRISTEN
Pdt. Jepson Makasambe
 

Menemukan Jangkar yang Tak Tergoyahkan: Sebuah Kesaksian tentang Pengharapan Sejati.

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." — Roma 8:18

Beberapa waktu lalu, saya berada di titik paling melelahkan dalam hidup saya. Masalah datang bertubi-tubi—mulai dari pergumulan keluarga, beban pekerjaan yang menumpuk, hingga masa depan yang mendadak terasa gelap dan penuh ketidakpastian. Jujur, ada masa di mana saya merasa ingin menyerah dan berpikir bahwa Tuhan seakan-akan menutup telinga-Nya dari setiap doa yang saya naikkan dalam air mata.

Dulu, saya mengira bahwa "pengharapan" itu berarti masalah harus cepat selesai, jalan keluar harus instan, dan keadaan harus segera dibuat nyaman. Namun, kenyataannya badai itu tidak langsung berhenti. Di situlah saya belajar arti pengharapan yang sesungguhnya.

Pengharapan sejati ternyata bukan tentang situasi hidup yang selalu mulus, melainkan tentang kepada siapa saya menaruh sandaran hidup saya. Ketika saya membaca kembali surat Rasul Paulus dalam Roma 8:18, hati saya seperti ditenangkan kembali. Paulus berkata bahwa penderitaan yang kita hadapi hari ini sama sekali tidak sebanding dengan kemuliaan yang kelak dinyatakan bagi kita.

Saya tersadar, mata saya tadinya hanya fokus pada besarnya masalah dan rasa sakit di dunia ini. Ketika saya mengalihkan pandangan kembali kepada Kristus, pandangan hidup saya bergeser. Penderitaan ini sifatnya sementara, tetapi kasih karunia dan janji Tuhan itu abadi.

Hari ini, saya ingin bersaksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya berjalan sendirian di tengah badai. Ia mungkin tidak selalu mengubah keadaannya secara instan, tetapi Ia memberikan kekuatan, damai sejahtera, dan jangkar yang kokoh di dalam hati saya. Jika hari ini Anda juga sedang melewati masa-masa berat, jangan biarkan keputusasaan merenggut damai Anda. Pegang erat janji-Nya, karena di dalam Dia, pengharapan kita tidak pernah mengecewakan.

Doa Singkat:

“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sumber pengharapan yang hidup dan tidak pernah mengecewakan. Di tengah kelemahan dan badai hidup yang saya hadapi, kuatkan saya untuk terus memandang kepada-Mu dan percaya bahwa rancangan-Mu adalah yang terbaik. Di dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin"

di dalam Kesaksian
Masuk untuk meninggalkan komentar