Skip ke Konten

Satu Tubuh, Banyak Anggota: Melangkah Bersama dalam Pelayanan

PEDOMAN HIDUP
19 September 2026 oleh
Satu Tubuh, Banyak Anggota: Melangkah Bersama dalam Pelayanan
Pdt. Jepson Makasambe
 

Efesus 4:16

"Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."

Sebuah jam tangan analog yang indah tidak akan pernah bergerak jika setiap roda gigi di dalamnya menolak untuk berputar bersama. Ada roda gigi yang besar, ada yang sangat kecil, dan ada pula yang tak terlihat dari luar. Namun, ketika satu komponen saja berhenti berfungsi, seluruh jam akan mati. Begitu pula gambaran kita sebagai warga gereja. Rasul Paulus menggambarkan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Gereja bukanlah sekadar bangunan, organisasi, atau tempat kita hadir setiap hari Minggu untuk duduk manis mendengarkan khotbah. Gereja adalah organisme yang hidup, di mana setiap anggotanya dipanggil untuk bersinergi.

Sering kali, tantangan terbesar dalam kehidupan bergereja adalah kecenderungan untuk berjalan sendiri-sendiri atau merasa peran kita tidak penting. Ada yang merasa hanya jemaat awam sehingga tidak perlu terlibat, sementara yang lain merasa mampu melakukan semuanya sendiri tanpa membutuhkan orang lain. Kedua pandangan ini sama-sama menghambat pertumbuhan gereja. Sinergi yang sejati baru dapat terwujud ketika kita menyadari bahwa karunia yang Tuhan berikan kepada kita dirancang untuk melengkapi kekurangan orang lain, dan Kristus adalah satu-satunya Kepala yang mengarahkan setiap langkah kita. Ketika semua anggota bergerak dalam komando kasih yang sama, energi dan dampak yang dihasilkan bagi lingkungan sekitar akan menjadi sangat luar biasa.

Ketika setiap warga gereja mau mengambil bagian—baik dalam pelayanan mimbar, doa, diakonia, penyambutan, maupun perhatian kecil antaranggota—maka gereja akan bertumbuh secara sehat, rapi tersusun, dan dipenuhi kasih. Marilah kita buang rasa egois, kelelahan mental, atau perasaan tidak berharga. Mari bergandengan tangan dengan sesama saudara seiman, karena di dalam sinergi yang diikat oleh kasih Kristus, pekerjaan-pekerjaan besar bagi Kerajaan Allah dapat kita nyatakan bersama.

Tuhan Yesus, terima kasih telah memanggil kami menjadi bagian dari tubuh-Mu. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang mau bekerja sama, merendahkan diri, dan saling melengkapi. Jauhkan kami dari roh perpecahan dan kesombongan, agar melalui sinergi kami sebagai jemaat, nama-Mu semakin dipermuliakan dan kasih-Mu dirasakan oleh banyak orang. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar